Pulau Natuna, Anugrah Sang Pencipta

Pulau Natuna, Anugrah Sang Pencipta

Panggil aku aya, aku lahir dan besar dipulau jawa. Aku baru saja menikah.. (Curhat πŸ˜…). Tak lama setelah itu aku pindah dari kehidupan ramaiku. Kehidupan dengan hiruk pikuk kota dan kemacetan kota, Β karena aku harus mendampingi suami tercinta yang bertugas di pulau Natuna.



NATUNA??

Dimana itu NATUNA?

Seperti apa pulau itu?

Pertanyaan yang selalu muncul dalam benak saat itu.

Aku pun mulai mencari-cari keberadaan pulau NATUNA di Aplikasi Google Maps ku. Dan WAAAAWWW….😱😱😱 sungguh aku kira Itu adalah pulau yang terpencil, terluar, dan tertinggal (angan-angan dalam benak). Saat itu mulailah menyiapkan hati, menyiapkan mental, menyiapkan segala hal untuk menjalani hidup di daerah yang berbeda.

Sampai datanglah hari itu, hari dimana aku harus beranjak dari tanah Jawa.

Natuna,

Tak di sangka sungguh..sebuah pulau kecil terluar di ujung utara Indonesia yang sangat indah, pulau yang sebelumnya belum pernah ku dengar namanya, pulau dimana belum banyak orang mengenalnya.

Ya… Hari itu, hari dimana kaki ini pertama kali menginjak tanah natuna. Hari dimana kehidupanku berubah..

Belum sempat aku menginjakkan kakiku di daratan pulau ini, aku sudah terkagum-kagum dengan hamparan pantai yang luas dan sangat indah, air laut yang begitu jernih yang tak sengaja aku lihat dari jendela pesawat sesaat sebelum pesawat mendarat.

keindahan pulau natuna, paket wisata pulau natuna

Sungguh ini luar biasa,

Saat itu jika kamu jadi aku, kamu tidak akan berhenti berucap syukur pada Allah sang maha pencipta. Sungguh tidak ada sesuatu yang tidak menakjubkan disini..

Saat turun dari pesawat senyumku tergurat spontan begitu saja, angin sepoi yang mengiringi terik matahari membuat hati sangat tenang. Menganggap udara segar ini adalah sambutan pertama yang sesungguhnya.

hari pertamaku dinatuna, kabupaten natuna, paket wisata pulau natuna

Sepanjang jalan dari bandara menuju tempat tinggal kami (aku dan suami tercintaku) disambut oleh bibir pantai nan cantik jelita, udara yang sungguh segar..serta jalan raya yang begitu senggang. Perjalananku dari bandara tidak begitu jauh karena aku tinggal di pusat kota kabupaten Natuna yaitu kota Ranai, kota kecil yang begitu tenang..

Begitu sampai di tempat tinggal kami, aku pun sedikit mlongo.. kenapa??

Bukan karena keadaan rumah yang kurang mengenakan. Tapi karena keadaan kota yang sungguh masih sangat tenang, kota yang masih banyak pepohonan, kota yang masih ada sapi yang diikat dibawah pohon. (ya… Ini nyata)

Kota yang tidak akan kau temui kemacetan didalamnya, kota yang tidak akan ada kebisingan lalulintas padat kendaraan. Kota dimana rumah belum penuh sesak berhimpitan. Kota tanpa gedung2 tinggi menjulang kelangit, kota tanpa adanya Mall, kota yang tidak ada aroma sampah didalamnya, dan bisa kau bayangkan seperti apa tenangnya kota ini??

Subahanallah, walhamdulillah…

Ucap syukur dan haru akan ciptaan Allah, dan entah mengapa begitu ingin aku menceritakan NATUNA yang indah ini pada semuanya..

Itulah sepenggal cerita hari pertamaku di Natuna, Sampai jumpa lagi di pantai Natuna yang indah, biar nanti ku ceritakan seindah apa pulau ini.

Aya, April 2018

2 tanggapan untuk “Pulau Natuna, Anugrah Sang Pencipta

    • November 17, 2018 pada 4:12 am
      Permalink

      iyelah sanedi, makasih lah dah berkunjung web kami πŸ˜€

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
Facebook
Google+
Google+
https://fajaraya.com/pulau-natuna-anugrah-sang-pencipta">
YouTube
LINKEDIN
Instagram